Untuk cinta yang masih hadir atas namanya
Inginku bertanya…
Sampai kapankah dia kan terus bertahta
Dalam relung hati ini
Untuk sesuatu yang ku tahu
Bahwa hasilnya telah pudar untukku..
Tak pelak ku masih untai sebuah asa
Bahwa dia yang terakhir
Bahwa dia yang diciptakan oleh-Nya untukku
Namun ku tahu asa ini…
Hanya kan berbuah sebagai asa
Wahai Raja dari segala rasa..
Ku pinta pada-Mu
Jagalah rasa ini
Jika dia yang Kau ciptakan untukku
Tapi kumohon…
Pudarkanlah segala rasa
Jika dia hanya orang yang usik hati dan mata ini
Karena ku ingin belajar mencintai
Dengan sempurna, tanpa noktah
Untuk dia yang tak sempurna……….
Inginku bertanya…
Sampai kapankah dia kan terus bertahta
Dalam relung hati ini
Untuk sesuatu yang ku tahu
Bahwa hasilnya telah pudar untukku..
Tak pelak ku masih untai sebuah asa
Bahwa dia yang terakhir
Bahwa dia yang diciptakan oleh-Nya untukku
Namun ku tahu asa ini…
Hanya kan berbuah sebagai asa
Wahai Raja dari segala rasa..
Ku pinta pada-Mu
Jagalah rasa ini
Jika dia yang Kau ciptakan untukku
Tapi kumohon…
Pudarkanlah segala rasa
Jika dia hanya orang yang usik hati dan mata ini
Karena ku ingin belajar mencintai
Dengan sempurna, tanpa noktah
Untuk dia yang tak sempurna……….
Selasa, 10 Juni 2008
UjiaN cinTa....(ujian terberat, yg pasti lebih berat daripada Faal)
Huuuh… kalo inget-inget ujian faal kemarin, ya allah… rasanya jantung ini berhenti berdetak. Tak kuasa memandang puluhan soal berbentuk pilihan ganda(dengan istilah2 aneh tentunya), isian, benar-salah, dan esai yang seharusnya dapat menolong nilai, malah jadi malapetaka….. Tak sedikit pun dahi ini merengut, dan terus mengeluh….
Hanya kekuatan hati ini justru meyakinkan diri bahwa saya berusaha menguatkan diri ini, menatap soal tersebut seolah-olah sedang menyantap hidangan terlezat sekalipun…(sedih bgt deh,,hiks..yasudahlah!! cukup jadi angin lalu saja dan berharap, angin tersebut tak kembali menghembus diri ini. Cuih susah banget dah ngomongnya,, maksudnya ga ngulang gitu!! Amin..
Ngomong-ngomong masalah ujian,, ada ujian yang menurut saya lebih berat dari ujian faal yang hampir membuat saya tak sanggup lagi menatap dunia. Ujian tersebut adalah ujian cinta.
Karena cinta, manusia bisa terlena dan bertindak di luar kemampuannya bahkan menjadi pribadi yang tadinya tak diharapkannya..Pembelajaran terberat dalam cinta adalah belajar untuk melepaskan dan merelakan cinta itu…Terutama,belajar untuk ikhlas dan berjiwa besar untuk membebaskan sekeping rasa cinta itu
Memang sulit, Cukup sulit malah, bahkan sangat sulit bagi saya..
Namun, kedalaman rasa itu kan terbukti di saat kita harus berpisah jauh dari cinta itu sendiri..
Dan terus bangkit melanjutkan langkah-langkah selanjutnya, tanpa harus hancur dan merusak diri sendiri…
Teori cinta terlalu naïf..
Tapi bukankah begitu banyak orang naïf yang justru mengerti apa arti cinta sesungguhnya……Dan bukankah tak sedikit orang yang merasa memahami cinta justru terlalu naïf dan terkadang bodoh..
Saya jadi teringat dengan perkataan bahwa “Cinta bisa bikin kita gila”.
Gila??hmmm… mungkin saja, Entahlah! Terkadang banyak hal bodoh yang telah kita perbuat hanya karena cinta yang tak suci (maksudnya kurang suci, bahkan kotor atau hanya nafsu belaka).
Ketika memutuskan untuk mencintai seseorang, kesabaran kita diuji berlipat-lipat bahkan lebih besar kelipatannya.. Yang sabar, yang bertahan. Yang sabar, yang langgeng. Yang sabar, yang bisa membuktikan kekuatan cinta….
Haaah… seandainya saja, ada kursus kesabaran, ada guru yang mengajarkan kita bagaimana cara mencintai…
Guru cinta itu tidaklah sebuah ilusi. Guru yang setia mengajarkan kita bagaimana mencintai adalah diri kita sendiri. Mengapa? Hanya kita lah yang dapat merasakan dan mengenali cinta. Mana yang cinta, dan mana yang bukan cinta.. Dengan perasaan cinta yang terpendam dalam diri kita, kita pun mampu memahami seberapa dalam perasaan cinta dan seberapa besar perasaan cinta dalam diri ini.
Untuk semakin mengasah kualitas cinta dan kemampuan mencintai, dibutuhkan latihan dan ujian cinta. Diawali dengan latihan untuk mencintai diri sendiri, melewati berbagai ujian untuk semakin menumbuhkan rasa cinta. Seumur hidup, perasaan cinta terus kita latih hingga kita pun ahli mengatasi segala ujian cinta yang akan menghadang di hadapan kita. Lama kelamaan pun, kita akan mengerti bagaimana mencintai orang lain dengan baik.
Setiap orang memiliki cinta dalam dirinya dan juga membutuhkan stimulus-stimulus untuk menumbuhkan rasa cinta itu. Maka, tak jarang kegagalan cinta pun muncul, dan membuat kita tidak yakin, apa iya ada cinta dalam diri kita???!!
Stimulus cinta terkadang ada yang menyakitkan hingga menyayat hati.. Tapi itulah kenyataannya! Seperti otot-otot kita yang distimuus untuk jadi kuat, baru bisa terbentuk jika diberikan beban besi yang agak berat dan menyakitkan. Begitu pula dengan cinta..
Cinta hanya baru bisa terbentuk dengan sempurna ketika cinta diberikan stimulus yang menyakitkan yang terkadang di luar dugaan dan rasanya seperti di luar batas kemampuan kita.
Tenanglah… Walau kegagalan dan sakit karena cinta itu kita alami, itu akan menjadi pembelajaran untuk ujian cinta kita selanjutnya dan pembelajaran apa saja dalam hidup ini
Hanya kekuatan hati ini justru meyakinkan diri bahwa saya berusaha menguatkan diri ini, menatap soal tersebut seolah-olah sedang menyantap hidangan terlezat sekalipun…(sedih bgt deh,,hiks..yasudahlah!! cukup jadi angin lalu saja dan berharap, angin tersebut tak kembali menghembus diri ini. Cuih susah banget dah ngomongnya,, maksudnya ga ngulang gitu!! Amin..
Ngomong-ngomong masalah ujian,, ada ujian yang menurut saya lebih berat dari ujian faal yang hampir membuat saya tak sanggup lagi menatap dunia. Ujian tersebut adalah ujian cinta.
Karena cinta, manusia bisa terlena dan bertindak di luar kemampuannya bahkan menjadi pribadi yang tadinya tak diharapkannya..Pembelajaran terberat dalam cinta adalah belajar untuk melepaskan dan merelakan cinta itu…Terutama,belajar untuk ikhlas dan berjiwa besar untuk membebaskan sekeping rasa cinta itu
Memang sulit, Cukup sulit malah, bahkan sangat sulit bagi saya..
Namun, kedalaman rasa itu kan terbukti di saat kita harus berpisah jauh dari cinta itu sendiri..
Dan terus bangkit melanjutkan langkah-langkah selanjutnya, tanpa harus hancur dan merusak diri sendiri…
Teori cinta terlalu naïf..
Tapi bukankah begitu banyak orang naïf yang justru mengerti apa arti cinta sesungguhnya……Dan bukankah tak sedikit orang yang merasa memahami cinta justru terlalu naïf dan terkadang bodoh..
Saya jadi teringat dengan perkataan bahwa “Cinta bisa bikin kita gila”.
Gila??hmmm… mungkin saja, Entahlah! Terkadang banyak hal bodoh yang telah kita perbuat hanya karena cinta yang tak suci (maksudnya kurang suci, bahkan kotor atau hanya nafsu belaka).
Ketika memutuskan untuk mencintai seseorang, kesabaran kita diuji berlipat-lipat bahkan lebih besar kelipatannya.. Yang sabar, yang bertahan. Yang sabar, yang langgeng. Yang sabar, yang bisa membuktikan kekuatan cinta….
Haaah… seandainya saja, ada kursus kesabaran, ada guru yang mengajarkan kita bagaimana cara mencintai…
Guru cinta itu tidaklah sebuah ilusi. Guru yang setia mengajarkan kita bagaimana mencintai adalah diri kita sendiri. Mengapa? Hanya kita lah yang dapat merasakan dan mengenali cinta. Mana yang cinta, dan mana yang bukan cinta.. Dengan perasaan cinta yang terpendam dalam diri kita, kita pun mampu memahami seberapa dalam perasaan cinta dan seberapa besar perasaan cinta dalam diri ini.
Untuk semakin mengasah kualitas cinta dan kemampuan mencintai, dibutuhkan latihan dan ujian cinta. Diawali dengan latihan untuk mencintai diri sendiri, melewati berbagai ujian untuk semakin menumbuhkan rasa cinta. Seumur hidup, perasaan cinta terus kita latih hingga kita pun ahli mengatasi segala ujian cinta yang akan menghadang di hadapan kita. Lama kelamaan pun, kita akan mengerti bagaimana mencintai orang lain dengan baik.
Setiap orang memiliki cinta dalam dirinya dan juga membutuhkan stimulus-stimulus untuk menumbuhkan rasa cinta itu. Maka, tak jarang kegagalan cinta pun muncul, dan membuat kita tidak yakin, apa iya ada cinta dalam diri kita???!!
Stimulus cinta terkadang ada yang menyakitkan hingga menyayat hati.. Tapi itulah kenyataannya! Seperti otot-otot kita yang distimuus untuk jadi kuat, baru bisa terbentuk jika diberikan beban besi yang agak berat dan menyakitkan. Begitu pula dengan cinta..
Cinta hanya baru bisa terbentuk dengan sempurna ketika cinta diberikan stimulus yang menyakitkan yang terkadang di luar dugaan dan rasanya seperti di luar batas kemampuan kita.
Tenanglah… Walau kegagalan dan sakit karena cinta itu kita alami, itu akan menjadi pembelajaran untuk ujian cinta kita selanjutnya dan pembelajaran apa saja dalam hidup ini
Langganan:
Postingan (Atom)